IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN BANK SAMPAH DI ERA EKONOMI SIRKULAR
Keywords:
Bank Sampah, Manajemen, Ekonomi Sirkular, Pengelolaan Sampah, LingkunganAbstract
Abstrak
Peningkatan jumlah sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi menjadi tantangan besar bagi pengelolaan lingkungan. Konsep ekonomi sirkular hadir sebagai solusi yang menekankan pemanfaatan kembali sumber daya melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Salah satu implementasi nyata ekonomi sirkular di tingkat masyarakat adalah bank sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem manajemen bank sampah dalam mendukung ekonomi sirkular serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem manajemen bank sampah yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang dikelola. Namun, keberhasilan implementasi masih dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, dan ketersediaan teknologi pengelolaan sampah.
Abstract
The increasing volume of waste, driven by population growth and economic activity, poses a significant challenge for environmental management. The circular economy concept offers a solution by emphasizing the reuse of resources through the principles of reducing, reusing, and recycling. A concrete example of the circular economy in practice at the community level is the "waste bank" (bank sampah). This study aims to analyze the implementation of waste bank management systems in supporting the circular economy, while identifying the factors that facilitate or hinder this process. A literature review with a qualitative descriptive approach was employed. The findings indicate that waste bank management systems—encompassing planning, organizing, execution, and monitoring—can enhance community participation in waste management, reduce the volume of waste sent to landfills, and generate economic value from the managed waste. Nevertheless, the success of such implementation remains contingent upon the level of public awareness, government support, and the availability of waste management technology.

