INTERAKSI ANTARA AL-QUR’AN DAN BUDAYA LOKAL: STUDI INTEGRASI NILAI ISLAM DI MASYARAKAT SUMBAWA

Authors

  • Lalu Dedy Hartono STIT Sirojul Falah Bogor Author

Keywords:

Al-Qur’an, budaya lokal, masyarakat Sumbawa, integrasi nilai Islam

Abstract

Abstract

This article examines the dynamics of the interaction between the teachings of the Quran and the local culture of the Sumbawa people, who have strong traditions and social values. This study aims to understand how Islamic values, particularly those derived from the Quran, are integrated into the social practices, customs, and culture of the local community. The research method used is qualitative with an ethnographic approach and literature study. The results show that the Sumbawa people have successfully assimilated the teachings of the Quran with local culture without losing their Islamic identity. Values ​​such as mutual cooperation (muri), deliberation (barampasan), and respect for guests (pelampung tamu) are seen as aligned with Quranic principles such as ukhuwah, syura, and ihsan. Thus, this integration not only strengthens social harmony but also serves as a model for how Islam can coexist with local wisdom.

 

Abstrak

 

Artikel ini membahas dinamika interaksi antara ajaran Al-Qur’an dengan budaya lokal masyarakat Sumbawa, yang memiliki tradisi dan nilai-nilai sosial yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai Islam, khususnya yang bersumber dari Al-Qur’an, terintegrasi dalam praktik sosial, adat, dan budaya masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa berhasil melakukan proses asimilasi antara ajaran Al-Qur’an dengan budaya lokal tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Nilai-nilai seperti gotong royong (muri), musyawarah (barampasan), dan penghormatan terhadap tamu (pelampung tamu) dipandang sejalan dengan prinsip Qur’ani seperti ukhuwah, syura, dan ihsan. Dengan demikian, integrasi tersebut tidak hanya memperkuat harmoni sosial, tetapi juga menjadi model bagaimana Islam dapat hidup berdampingan dengan kearifan lokal.

cover

Additional Files

Published

2026-02-28