INTEGRASI STUDI AL-QUR’AN DAN HADIS SEBAGAI FONDASI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM MODERN
Keywords:
Integrasi, Al-Qur’an, Hadis, Epistemologi, Pendidikan Islam modernAbstract
Abstract
This research aims to deeply analyze the concept of integrating the study of the Quran and Hadith as the epistemological foundation of modern Islamic education. The research method used is a qualitative approach with the type of library research. Data was obtained from primary sources such as al-Zarkasyi's al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān and Syed Muhammad Naquib al-Attas's Islam and Secularism, as well as secondary sources such as relevant books, journals, and scientific works. Data analysis was conducted using content analysis and philosophical hermeneutics to explore the epistemological meaning of integrating the two sources of revelation. The research results indicate that the Quran and Hadith have a complementary and interdependent relationship within the Islamic scientific system. The Quran serves as a normative source, while the Hadith acts as an explanatory application of divine teachings. The integration of the two results in an epistemological framework that affirms the unity between revelation, reason, and experience as the basis for the formation of knowledge. In the context of modern Islamic education, this integration serves as the foundation for building a revelation-based education system that balances rational, spiritual, and moral dimensions. This research affirms the importance of an integrative paradigm in addressing the crisis of scientific secularization, and encourages the development of an Islamic education system oriented toward cultivating the perfect human being—a person of knowledge, faith, and virtue. Thus, the integration of Quran and Hadith studies is not only theological but also has epistemological and pedagogical implications for the transformation of Islamic education in the modern era.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep integrasi studi Al-Qur’an dan Hadis sebagai fondasi epistemologi pendidikan Islam modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber-sumber primer seperti al-Burhān fī ‘Ulūm al-Qur’ān karya al-Zarkasyī dan Islam and Secularism karya Syed Muhammad Naquib al-Attas, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan hermeneutik filosofis untuk menggali makna epistemologis dari integrasi kedua sumber wahyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan Hadis memiliki hubungan yang komplementer dan interdependen dalam sistem keilmuan Islam. Al-Qur’an berperan sebagai sumber normatif, sedangkan Hadis sebagai penjelas aplikatif terhadap ajaran-ajaran ilahiah. Integrasi keduanya menghasilkan kerangka epistemologis yang menegaskan kesatuan antara wahyu, akal, dan pengalaman sebagai dasar pembentukan ilmu pengetahuan. Dalam konteks pendidikan Islam modern, integrasi tersebut menjadi dasar bagi pembangunan sistem pendidikan berbasis wahyu yang menyeimbangkan dimensi rasional, spiritual, dan moral. Penelitian ini menegaskan pentingnya paradigma integratif dalam menghadapi krisis sekularisasi ilmu, serta mendorong pembentukan sistem pendidikan Islam yang berorientasi pada pembinaan insan kamil—manusia berilmu, beriman, dan beradab. Dengan demikian, integrasi studi Al-Qur’an dan Hadis bukan hanya bersifat teologis, tetapi juga memiliki implikasi epistemologis dan pedagogis bagi transformasi pendidikan Islam di era modern.

